Jumat, 07 November 2014

Menelusuri kehidupan yqng abadi

Belajar menelusuri kehidupan yang abadi adalah suatu kebutuhan bagi seseorang, apalagi hidup semasa orangtua masih ada.
Saling nasehat menasehati, tolong menolong sesama saudara, arti semua itu adalah berkat do’a ibu bapak.
Sejenak kita bayangkan betapa sulitnya orngtua itu memperjuangkan anaknya, dia rela hutang menghutang demi menyekolahkan anaknya yang tersayang dengan demikaian anaknya bisa mencapai apa yang di cita-citakannya..


Seorang yang masih remaja tentu belum pernah merasakan apa yang dirasakan oleh orangtuanya tetapi dia bisa  merasakan betapa susahnya kehidupan semasa dia masih bersama orangtuanya.
            Ketahuilah wahai saudaraku.... tidak ada orangtua yang benci kepada anaknya tetapi sebaliknya seringkali kita lihat masih banyak anak-anak yang mendurhakai kedua orangtuanya!  Seandainya mereka berpikir jauh lebih dalam, !!! betapa dahsyatnya azab kepada seorang anak yang duhaka niscaya tidak ada orang yang peduli kepada yang lain selain mematuhi perintah orangtuanya dan membuat hidupnya menjadi abadi dengan keluarganya...[1]

لَمْ يَكُنِ الْعَهْدُ مُصِيْبًا أَبَدًا إِلاَّ طُلُوْعَ الْفَجْرِ فِى الصَّبَاحِ
لَمْ يَكُنِ الْحُبُّ مُخْلِصًا أَبَدًا إِلَّا حُبَّ الْأُمِّ الْحَقِيْقِيْ



[1] Petuah Buya Mondan:            Abdussomad Bin Abdurroazak

Tidak ada komentar:

Posting Komentar